MekarBooks
Seni Merahasiakan Amal di Era Digital

Rp 58.000

Seni Merahasiakan Amal di Era Digital

Jumlah

1

Di tengah bisingnya era media sosial di mana segala hal diukur dari jumlah likes, followers, dan seberapa viral sebuah konten, menemukan kedamaian sejati menjadi sebuah tantangan besar. Buku "Seni Merahasiakan Amal di Era Digital: Tetap Bahagia Tanpa Perlu Jadi Viral" hadir sebagai oase bagi Anda yang lelah dengan budaya flexing (pamer) dan validasi dunia maya.


Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca untuk merenungkan kembali esensi kebaikan dan kebahagiaan. Anda akan diajak untuk memahami bahwa tindakan luhur dan amal baik tidak selalu harus terekam oleh lensa kamera atau diumumkan ke seluruh dunia. Kebahagiaan sejati justru sering kali mekar dalam keheningan, jauh dari sorot lampu panggung digital.


Buku ini bukan sekadar kritik terhadap penggunaan media sosial, melainkan panduan psikologis dan spiritual untuk menjaga kewarasan, menata niat, dan membangun batasan diri (boundaries) di dunia maya yang serba terbuka.


Mengapa Harus Membaca Buku Ini?

  • Relevan dengan Era Kiwari: Menjawab tantangan nyata krisis mental dan Fear of Missing Out (FOMO) yang dipicu oleh paparan media sosial.
  • Detoksifikasi Validasi: Memberikan sudut pandang baru bahwa Anda tidak butuh pengakuan orang tak dikenal di internet untuk merasa berharga dan bahagia.
  • Pendekatan Praktis & Spiritual: Menggabungkan pemahaman tentang ekosistem digital dengan nilai-nilai spiritual luhur tentang menjaga kemurnian niat dan amal.
  • Menjaga "Kewarasan" Digital: Cocok untuk siapa saja—baik profesional, kreator, maupun pengguna internet biasa—yang ingin menikmati teknologi tanpa harus kehilangan ketenangan batin.


Spesifikasi Produk

Format: Digital (PDF) - Official Legal Edition

ISBN: 978-623-380-526-1

Halaman: 138 Halaman

Penerbit: Cipta Prima Nusantara

Bahasa: Indonesia

Kategori: Pengembangan Diri / Psikologi / Spiritual & Budaya Digital


Tentang Penulis


Dinar Rafikhalif, lahir di Semarang pada 23 Oktober 1990, adalah ASN di Kementerian Keuangan yang tetap menekuni dunia menulis di tengah kesibukan tugasnya. Baginya, menulis merupakan ikhtiar menjadikan karya sebagai amal jariyah, menyampaikan ilmu yang bermanfaat bagi generasi mendatang. Ketertarikan ini tumbuh sejak masa kuliah di Informatika Universitas Sebelas Maret (UNS), sebelum kemudian ia melanjutkan dan berpindah menempuh pendidikan di STAN.


Gilang R. Aprianto adalah seorang tech manager dan software engineer yang berfokus pada persimpangan antara teknologi dan humaniora. Melalui "The EverYAY Mission", ia mendedikasikan waktunya untuk membangun sistem praktis bagi berbagai kekacauan hidup tanpa mengorbankan sisi kemanusiaan—sebuah misi yang ia rangkum dalam filosofi "manager by design, human by choice". Dalam buku ini, Gilang memadukan keahlian teknisnya dengan refleksi spiritual untuk membantu pembaca menavigasi niat dan menjaga ketulusan di tengah hiruk-pikuk algoritma media sosial. Temukan karya dan kerangka kerja lainnya di gilangraprianto.com.


Dapatkan salinan resmi Anda sekarang dan mulailah perjalanan menemukan kebahagiaan yang hakiki tanpa perlu validasi algoritma!